Nama-Nama Hari Kiamat

Pemateri : Ust. Fathuddin Ja’far, MA.

fathuddin-jafar-maPertemuan kali ini akan melanjutkan Kajian kitab Al-Qiyamatul Kubra, sebuah buku yang membahas tentang kiamat. Pada pertemuan yang lalu sudah dijelaskan bagaimana proses kiamat itu terjadi. Kemudian pada pagi hari ini kita akan memulai membahas terkait nama-nama hari kiamat.

Mungkin selama ini yang lazim kita dengar hanya Yaumul Qiyamah (hari kiamat). القيامة diambil dari kata- قياما  قام- يقوم hari dimana semua manusia yang terkubur Allah berikan kemampuan berdiri kembali, sebagaimana dahulu sebelum mereka mati. Kalau kita melihat al-Quran dan sunnah Rasulullah, kita akan mendapatkan nama hari kiamat itu banyak, ada sekitar 22 nama hari kiamat. Semuanya mencerminkan situasi dan kondisi hari itu.

1.       يوم القيامة  (Hari Kiamat)

Yaumul Qiyamah adalah hari dimana semua orang akan berdiri. Mereka merasa bimbang dengan nasib mereka. Yaumul Qiyamah disebutkan sekitar 70 kali dalam al-Quran, sebagaimana salah satu firman-Nya:

اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لاَ رَيْبَ فِيهِ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللّهِ حَدِيثاً {النساء: 87}

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?”  (An-Nisa’: 87)

وَمَن يَهْدِ اللّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاء مِن دُونِهِ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى وُجُوهِهِمْ عُمْياً وَبُكْماً وَصُمّاً مَّأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيراً { الإسراء: 97}

“Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.”  (Al-Isra’: 97)

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُم مِّن دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ {الزمر: 15}

“Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.”  (Az-Zumar: 15)

Ayat di atas sekaligus menjelaskan bahwa standar sukses dan gagal itu bukan di dunia akan tetapi nanti di akherat kelak.

القيامة menurut bahasa adalah pecahan kata dari قام يقوم. Dinamakan dengan القيامة   karena terjadi perkara-perkara besar sebagaimana yang telah dijelaskan oleh banyak nash, diantaranya karena semua manusia bangun berdiri menghadap Allah Rabb semesta alam, tidak akan lagi yang bisa lari dan menghindar, karena manusia akan dikumpulkan di Mahsyar.

2.       Hari Akhir (اليوم الأخر)

Hari akhir adalah hari penghabisan bagi dunia dan seluruh alam ciptaan Allah Ta’ala. Hari terakhir dunia ini wujud dan akan musnah setelah itu lalu semua manusia akan dibangkitkan setelah peristiwa itu. Dan alam ketika itu dinamakan sebagai akhirat.

(Al-Baqarah: 126)

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِوَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ  {البقرة: 177)

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Nabi-Nabi…” (Al-Baqarah: 177)

{وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاء فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلاَ تَعْضُلُوهُنَّ أَن يَنكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْاْ بَيْنَهُم بِالْمَعْرُوفِ ذَلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَن كَانَ مِنكُمْ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ {البقرة: 232}

“Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (Al-Baqarah: 232)

(Ali-Imran: 114)

(An-Nisa’: 38, 59, 136)

Bahkan termasuk kemampuan seseorang dalam memakmurkan masjid, Allah Ta’ala mengaitkannya dengan iman kepada hari akhir. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At Taubah ayat 18.

Terkadang hari akhir ini ditambah dengan kata الدار (kampung akhirat). الدار الأخرة pengertiannya lebih kepada surga, seperti yang Allah Ta’ala jelaskan:

وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلاَّ مَن سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ {البقرة:130 }

“Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shalih.” (Al-Baqarah: 130)

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوّاً فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَاداً وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ {القصص: 83)

“Negeri akhirat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Qashash: 83)

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ {العنكبوت: 64}

“Dan tiadalah kehidupan dunia Ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahu.”   (Al-Ankabut: 64)

3.       الساعة (Waktu yang Ditetapkan)

Waktu yang ditetapkan adalah hari dan waktu kiamat akan berlaku seperti yang dijadwalkan oleh Allah subhanahu wa Ta’ala, yang masanya tidak diketahui oleh siapapun. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ {غافر: 59}

“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (Ghafir/Mukmin: 59)

“Telah dekat datangnya masa itu dan telah terbelah bulan.(Al-Qamar: 1)

4.       يوم البعث (Hari Kebangkitan)

Yang bermaksud bahwa semua manusia yang mati akan dibangkitkan seperti semula.

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah…” (Al-Hajj: 5)

Ibnu Mandlur berkata: disebut dengan البعث (Hari Kebangkitan) karena Allah menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati.

“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini (nya).” (Ar-Rum: 56)

5.       يوم الخروج (Hari Keluar dari Kubur)

Semua manusia akan keluar dari kubur masing-masing, sejak manusia pertama zaman Nabi Adam ‘Alaihissalam hingga kepada manusia terakhir dilahirkan pada hari itu.

يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ {ق: 42}

“Yaitu pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari ke luar (dari kubur).” (Qaaf: 42)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَن تَقُومَ السَّمَاء وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِّنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنتُمْ تَخْرُجُونَ {الروم: 25}

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).” (Ar-Rum: 25)

6.       القارعة (Hari yang Menggetarkan)

“Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (Al-Qaari’ah: 1-5)

“Kaum Tsamud dan ‘Aad telah mendustakan hari (kiamat) yang menggempar dan mengharukan itu.” (Al-Haaqqah: 4)

Dinamakan dengan Al-Qaari’ah karena itulah hari yang menggetarkan hati, sebab adanya peristiwa-peristiwa yang besar. Bahkan manusia pada saat itu akan bingung dan bimbang. Dalam ayat lain disebutkan:

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (‘Abasa: 34-37)

7.       يوم الفصل (Hari Keputusan)

Hari yang akan ditunjukkan siapa yang baik, dan siapa yang jahat. Pemisahan antara orang-orang yang berpegang teguh dengan kebenaran dengan orang-orang yang berpegang pada kebatilan.

(Lalu malaikat berkata kepada mereka): “Ini adalah hari memutuskan hukum untuk memberi balasan yang dahulu kamu mendustakannya.” (As-Shaaffaat: 21)

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ {السجدة: 25}

“Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya.” (As-Sajdah: 25)

8.       يوم الدين (Hari Pembalasan dan Perhitungan)

Hari yang akan menampakkan agama yang benar yaitu agama Islam. Hari yang akan membuktikan kebesaran dan kebenaran agama Islam. Hari di mana makhluk Allah dibalas dan dihukum setimpal sesuai perbuatan dan amalan mereka di dunia. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam Ummul Kitab al-Fatihah ayat 4:

“Allah lah yang menguasai hari pembalasan.” (Al-Fatihah: 4)

“Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu. Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?  (yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.” (Al-Infithar: 15-19)

9.       الصاخة (Hari yang Memilukan)

“Kemudian (ingatlah keadaan yang berlaku) apabila datang suara jeritan yang dahsyat.”  (‘Abasa: 33)

Ketika Allah Ta’ala telah usai menciptakan langit dan bumi, Ia menciptakan sangkakala. Lalu sangkakala diserahkan kepada Malaikat Israfil dan ia meletakkan di mulutnya sambil matanya memandang ke arah ’Arsy, Malaikat Israfil menunggu perintah untuk meniupnya. Sangkakala itu adalah tanduk besar yang kelak akan ditiupkan kepadanya tiga tiupan, yaitu:

  1. Tiupan pertama disebut tiupan Faza’, yaitu seluruh makhluk di langit dan dibumi terkejut dan mati kecuali yang Allah kehendaki.
  2. Tiupan kedua adalah tiupan Sha’q, yaitu berubahnya alam yang kita saksikan ini. Tiupan kedua menjadi akhir kehidupan dunia.
  3. Tiupan ketiga adalah tiupan al-Ba’ts wa an-Nusyur, yaitu tiupan untuk membangkitkan dan mengumpulkan semua yang mati dihadapan Rabb semesta alam.

Manusia akan keluar dari bumi seakan-akan mereka belalang yang beterbangan sambil menundukkan pandangan. Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu, yaitu Malaikat Israfil. Mereka tidak tahu kemana mereka akan menuju, sehingga mereka diibaratkan dengan belalang. Pada hari itu mereka semua akan terdiam dan takut. Pada hari itu catatan amal manusia akan disebarkan. Semua yang disembunyikan dan ditutup-tutupi akan ditampakkan. Semua yang disimpan dalam hati akan disingkapkan. Orang-orang akan sibuk dengan urusan masing-masing hingga tidak akan ada yang sempat memperhatikan aurat orang lain meskipun mereka semua telanjang dan belum berkhitan. Hari itu adalah hari yang sangat mencekam.

Allah Ta’ala akan mengajak bicara semua hamba-Nya tanpa penerjemah. Orang-orang akan dipanggil dengan namanya dan nama bapaknya. Allah Ta’ala berfirman:

وَعُرِضُوا عَلَى رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا (الكهف: 48)

“Dan mereka akan dibawa ke hadapan Rabbmu dengan berbaris. Sesungguhnya kalian datang kepada Kami, sebagaimana kami menciptakan kalian pada kali yang pertama; akan tetapi kalian mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian.” (Al-Kahfi: 48)

10.   الطامة الكبرى (Malapetaka Besar)

Hari itu adalah hari yang paling susah bagi umat manusia dan segala isi alam ini. Tidak ada kesusahan melainkan kesusahan di hari itu.

“Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya. Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.” (An-Nazi’at: 34-36)

11.   يوم الحسرة (Hari Penyesalan)

Manusia menyesal tidak mengisi umur mereka dengan amal-amal shalih. Apa yang di sisi mereka telah habis dan binasa sedang apa yang di sisi Allah kekal. Mereka telah tukarkan apa yang kekal dengan apa yang akan binasa. Inilah sebab penyesalan manusia di hari itu.

وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ{مريم: 39}

“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.” (Maryam: 39)

Lalai itu biasanya konteksnya kepada orang beriman. Penyesalan pertama bagi seorang muslim adalah ketika ia menghadapi sakaratul maut. Maka sebelum maut datang, gunakanlah kesempatan ini untuk menyesali amal ibadah apa yang kurang dan segera memperbaikinya.

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ (المنافقون: 10)

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”  (Al-Munafiqun: 10)

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَاء اللّهِ حَتَّى إِذَا جَاءتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُواْ يَا حَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلاَ سَاء مَا يَزِرُونَ {الأنعام: 31}

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.”  (Al-An’am: 31)

Bagaimana dengan orang-orang kafir, apakah mereka menyesal? Mereka sangat menyesal, bahkan mereka mengatakan:

وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّؤُواْ مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ {البقرة: 167}

“Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.” (Al-Baqarah: 167)

12.   الغاشية (Susah yang Tak Tertahankan)

Di hari itu manusia seakan pingsan karena terlalu susah keadaannya. Manusia pada hari itu tidak bisa mati karena kematian sudah tiada lagi. Dinamakan dengan Al-Ghasyiyyah karena nanti orang-orang kafir akan ditutupi dengan api neraka.

“Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina.  Bekerja keras lagi kepayahan.  Memasuki api yang sangat panas (neraka).” (Al-Ghasyiyyah: 1-4)

Seberapa panasnya api neraka?

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Api neraka dinyalakan selama seribu tahun sehingga berwarna merah. Kemudian dinyalakan seribu tahun berikutnya sehingga berwarna putih. Dan dinyalakan seribu tahun berikutnya sehingga berwarna hitam. “  (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadis al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya api yang kita saksikan di dunia ini adalah satu bahagian daripada 70 bahagian api neraka jahanam.” Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, api dunia pun telah cukup (panas).” Beliau bersabda lagi: “Api neraka melebihinya dengan 69 kali lipat.”

13.   يوم الخلود (Hari yang Kekal)

Hari itu tiada penghujungnya. Semua manusia pasti menghadirinya tidak bisa lari lagi.

“Masukilah syurga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.” (Qaaf: 33-35)

وَالَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُواْ عَنْهَا أُوْلَـَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {الأعراف: 36}

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al-A’raf: 36)

14.   يوم الحساب (Hari Perhitungan)

Hari di mana amalan setiap makhluk baik kecil atau besar, sedikit atau banyak akan dihitung dan ditimbang sebelum hukuman diberikan oleh Allah. Firman Allah Ta’ala:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (Al-Zalzalah: 7-8)

…”Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Shad: 26)

“Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu daripada setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman dengan hari perhitungan”. (Al Mukmin: 27)

15.   الواقعة (Peristiwa Besar)

Pada hari itu banyak rahasia akan terbongkar. Dinamakan dengan al Waaqi’ah karena kiamat adalah sesuatu yang pasti terjadi.

“Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (Al Waaqi’ah: 1-6)

16.   يوم الوعيد (Hari Ancaman dan Janji Buruk)

Hari itu dijanjikan kesusahan bagi semua. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.” (Qaaf: 20)

17.   يوم الآزفة (Hari Mendekat)

وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ {غافر:18}

“Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya.” (Ghafir/Mukmin: 18)

18.   يوم الجمع (Hari Pengumpulan)

Semua manusia akan dikumpulkan dan berhimpun dalam satu kumpulan yang amat besar.

“Dan sebagaimana Kami tetapkan engkau hanya penyampai, Kami wahyukan kepadamu Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya engkau memberi peringatan dan amaran kepada (penduduk) “Ummul-Qura” dan sekalian penduduk dunia di sekelilingnya, serta memberi peringatan dan amaran mengenai hari perhimpunan (hari kiamat) – yang tidak ada keraguan tentang masa datangnya; (pada hari itu) sekelompok masuk Syurga dan sekelompok lagi masuk neraka.” (Asy-Syuura: 7)

19.   الحاقة (Kebenaran Besar atau Sesuatu yang Pasti Terjadi)

Al Haaqqah menurut bahasa berarti yang pasti terjadi. Hari kiamat dinamai Al Haaqqah karena dia pasti terjadi.

Dalam al-Quran terdapat sebuah surah yang dinamakan dengan nama ini. Jika diteliti kandungan surah tersebut dapat kita fahami bahwa surah tersebut menyatakan dengan jelas bagaimana kaum-kaum terdahulu dimusnahkan. Diantara peristiwa yang diceritakan ialah bagaimana kaum ‘Ad dan Tsamud dimusnahkan dengan angin ribut yang sangat kuat dan bagaimana kaum Nabi Nuh dilenyapkan dari muka bumi ini dengan banjir yang sangat besar. Dalam al-Quran ditunjukkan beberapa ayat yang mendefinisikan kiamat dengan nama al-Haaqqah, antaranya dalam surah al-Haaqqah ayat 1 hingga 3:

الْحَاقَّةُ (1) مَا الْحَاقَّةُ (2) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ (3)

Hari kiamat.  Apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

20.   يوم التلاق (Hari Pertemuan)

Pada hari itu semua manusia hanya memikirkan tentang keselamatan diri masing-masing.

رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ

“Dia lah Yang Maha tinggi derajat kebesaranNya, yang mempunyai ‘Arsy (yang melambangkan keagungan dan kekuasaanNya); Ia memberikan wahyu dari hal perintahNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya (yang telah dipilih menjadi RasulNya), supaya Ia memberi amaran (kepada manusia) tentang hari pertemuan.” (Ghaafir/Al Mukmin: 15)

21.   يوم التناد (Hari Panggil Memanggil)

Setelah dibangkitkan dari kubur masing-masing pada hari kiamat, kemudian berkumpul di padang mahsyar manusia akan panggil-memanggil sesama mereka untuk meminta pertolongan. Semua manusia dari zaman Nabi Adam ‘alaihissalam sampai manusia terakhir yang lahir pada hari itu akan dipanggil berkumpul. Tiada seorang pun akan terlepas dari panggilan itu. Seperti yang difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam surah al-Mukmin/Ghafir ayat 30-32:

وَقَالَ الَّذِي آمَنَ يَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُم مِّثْلَ يَوْمِ الْأَحْزَابِ{30} مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِن بَعْدِهِمْ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْماً لِّلْعِبَادِ{31} وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ

“Dan orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu. (yakni) seperti keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya. Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil.”

22.   يوم التغابن (Hari Terbukanya Aib dan Tipu Daya)

Pada hari kiamat nanti, orang-orang kafir dan fasiq yang merasa selama ini berada di atas landasan kebenaran, terpedaya dengan sangkaan mereka itu ketika mereka menerima adzab dari Allah. Firman Allah Ta’ala:

 “(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan….” (At-Taghabun: 9)

Demikianlah 22 nama-nama hari kiamat, semuanya mengabarkan sesuatu yang sangat dahsyat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga selalu mengaitkan antara iman kepada Allah dengan hari akhir:

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga nama-nama hari kiamat di atas membekas dalam diri kita, sehingga memberikan dampak psikologis positif dalam kehidupan kita.

Wallahu Ta’ala ‘Alam

Leave a Reply